Kaya Dari Cinta

mata adalah isyarat, dan jarak adalah petunjuk
arah buknlah jarimu
melainkan hatimu
hati yang perlu ketenangan dalam luas laut lepas

temukan diriku jauh melebihi duniamu
di dasar laut yang baru saja kau perdengarkan
suata gemercik koin dinar
menghidupi hati dan jiwa

patut aku bersyukur denganmu
menunggu kehidupan cerah esok
tepat di selat kanan dan kiri nuansa
hatimu adalah samudera pasir indah yang memelukku di tengah laut hitamMungkin aku memang lemah

Tak Pernah Berlalu


Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu

Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya

Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?

Letih

Letih… ku berdiri di bawah terik mentari
Semenjak engkau melangkah menjauh pergi
Hingga rambut ini mulai memutih
Masih… tak kutemui engkau kembali

Letih… hanya saja raga ini b’lumlah mati
Hingga jiwa terus saja meminta tuk menunggumu disini
Sampai engkau hadir…
Sampai larut penantian menjadi bagian dari takdir

Senantiasa

Senantiasa
Ku mencoba tuk s’lalu ada
Saat kau menangisi duka
Atau saat berbagi tawa

Senantiasa
Tak pernah cukup mudah
Namun hasrat membuatku bisa
Tentangmu adalah asa

Senantiasa
Kuhindari menorehkan luka
Membuatmu s’lalu bahagia
Kemarin, kini dan sepanjang masa

Hilang

Bintang malam kemanakah ia gerangan?
Tak sedikitpun ia meninggalkan jejak
juga bayang… siang atau malam
Adakah rindu ini harus kugenggam,
Hingga esok hari kujelang…

Ku menyayanginya dari lubuk hati
Tetap merindunya meski t’lah pergi
Ku hanya ingin melihat, namun itu pun tak mungkin lagi
Tidakkah rasa ini harusnya mati

dan hilang dari hidupku ini

Kosong
Bukan tak sempat atau tak lagi berniat, hanya saja tekad tak cukup untuk membuat sebuah puisi terlahir secepat kilat.

Esok, jika aku sanggup memanggil kembali semua inspirasi yang kini pergi, pasti ‘kan kutuliskan untukmu (lagi) sebuah puisi cinta untuk hati. Aku berjanji !

Hari ini, biarkan saja aku diam dalam keheranan tentang kemana larinya semua jiwa-jiwa puitis yang biasanya bersemayam di hati dan jiwaku. Mungkin semalam cukup, mungkin juga tidak. Aku tak pernah mengerti. Aku hanya akan coba menanti.

Semoga semua memahami. Semoga semuanya tak pergi.

Percaya

Tak pernah terlintas di hatiku

Untuk melupakan dirimu

Tak pernah terlintas di benakku

Untuk meninggalkan dirimu

Kasih percayalah….

Hanya dirimu satu yang kucinta

Kasih percayalah….

Hanya dirimu yang s’lalu didalam hatiku

Jangan pernah kau ragukan lagi

Ketulusan cinta dariku

Jangan pernah terfikir olehmu

Untuk meninggalkan diriku……

Janji


Luruh bayu dipusara.
Bersama taburan melati di tanah yang masihlah merah.
Aku diam…, hanya terdiam,
Pandangi namamu yang terukir dibatu nisan.
Aku harap itu bukan kamu, tapi itu namamu lengkap dengan hari lahirmu dimana kita pernah merayakannya berdua.
Seperti saat ini, kita pun hanya berdua.

Ku kenang semua janji yang pernah kau beri.
Dan kau menepatinya.
Disini, dipusara engkau terbujur kaku menantiku.
“aku sudah datang sayank, bangunlah !….gengga**ah tanganku seperti katamu yang selalu merasa tenang, bila jemarimu ku erat dalam genggaman ”
“aku datang sayank, dan akan meminangmu seperti janjiku dulu ditepi dermaga saat kapalku berlabuh ”

Tapi kamu hanya diam dan akan tetap diam,
Seperti namamu yang terukir dibatu nisan.
Aku jamah pelan, ku rabai hurupnya satu persatu.
Kuharap itu bukan namamu, tapi itu namamu lengkap dengan tanggal lahirmu yang kita rayakan berdua dulu.

Karena Dirimu


selama ini,kau slalu ada
Di saat ku membutuhkanmu,,,,
Tapi, aku tak pernah tahu
Sampai kapan kau akan ada
Di saat aku membutuhkan mu,,,,,
Kau memang bukan malaikat
Di daLam hidupku,,
Tapi buat aku,,,,,
Kau pujaan dalam haTtiku.
Tapi, aku tak yakin
Tuk bisa memiliki mu,
Karena semua ini telah berbeda,
Kau berubah,,,,,,,,,,
Sifatmu membuat aku bingung.
Tapi ku bahagia, karena kau pernah membuat hidupku,
Bernyawa………….

Pujaan Hatiku


Jika Tuhan memberikanku pilihan diciptakan menjadi apa…
Aku takkan memilih menjadi mentari,
Karena ku hanya bisa menyinari dunia
tapi tidak dengan hatimu…
Aku juga takkan memilih menjadi bulan ataupun bintang,
Karena ku hanya bisa membuat malam jadi indah
tapi tidak dengan hidupmu…
Aku ….
akan memilih menjadi tangan dan kaki untukmu..
Ketika kau menangis …
Aku akan jadi tangan yang akan mengusap air matamu..
Ketika kau terpuruk …
Aku akan jadi kaki yang tak pernah lelah untuk melangkah
dan membawa mu menuju jalan kebahagiaan …