Suatu ketika, pasien-pasien di Rumah Sakit Jiwa di sebuah kota terpaksa harus dipindahkan ke RSJ lainnya di kota lain yang jaraknya cukup jauh. Untuk itu, mereka dinaikkan ke pesawat terbang bersama dengan seorang suster perawat.

Semula penerbangan berjalan lancar, tetapi kemudian orang-orang gila itu mulai berulah. Salah satu dari mereka membawa bola dan mengajak teman-temannya main bola di dalam pesawat. Suasana di dalam pesawat menjadi gaduh karena mereka berteriak-teriak kegirangan. Bola dilempar ke sana ke mari, bahkan sekali-kali sampai masuk ke ruang pilot.

Pilot menjadi marah karena konsentrasinya terganggu dan
memanggil suster,
“Tolong mereka ditenangkan! Saya merasa sangat terganggu. Bisa-bisa pesawat ini menabrak gunung
jika terus begini.”

Untuk sementara mereka bisa tenang, tapi tak lama kemudian mereka mulai main bola lagi di dalam pesawat sehingga pilot kembali marah-marah kepada suster. Hal itu terjadi berulang kali sampai akhirnya pilot berkata,

“Suster, pokoknya saya tidak mau tahu. Mereka harus disuruh tenang. Anda sebagai suster RSJ harus bisa mengendalikan mereka.”
“Baik pak,” jawab suster, “kali ini benar-benar akan saya bereskan.”

Tak berapa lama kemudian, suasana di dalam pesawat menjadi tenang dan sepi sekali sehingga membuat pilot keheranan.

Ia memanggil suster dan memuji,
“Hebat sekali! Akhirnya Anda berhasil menenangkan mereka. Bagaimana caranya?”
“Oh itu… Ternyata mudah sekali, kapten!” jawab suster sambil tersenyum bangga,
“Saya suruh mereka main bola di luar.”